Tugas Keamanan Jaringan Komputer
Seno Priambodo
0706268026
Pada era yang
serba digital sekarang ini, berbagai aktivitas manusia memang sangat dimudahkan
oleh berbagai perangkat. Salah satu yang terpenting adalah komputer, baik itu
berupa PC ataupun laptop. Berbagai kemudahan dalam bertukar data pun semakin dimudahkan
berkat adanya internet dan flashdisk. Namun di balik itu semua, terdapat sebuah
ancaman yang dapat sangat merugikan kita apabila tidak diwaspadai sejak awal,
yaitu adalah serangan virus.
Virus komputer
merupakan program komputer yang dapat menggandakan atau menyalin dirinya
sendiri dan menyebar dengan cara menyisipkan salinan dirinya ke dalam program
atau dokumen lain. Virus komputer dapat dianalogikan dengan virus biologis yang
menyebar dengan cara menyisipkan dirinya sendiri ke sel makhluk hidup. Virus
komputer dapat merusak ( misalnya dengan merusak data pada dokumen), membuat
pengguna komputer merasa terganggu, maupun tidak menimbulkan efek sama sekali.
Virus komputer umumnya dapat merusak perangkat lunak komputer dan tidak dapat
secara langsung merusak perangkat keras komputer tetapi dapat mengakibatkan
kerusakan dengan cara memuat program yang memaksa over process ke perangkat
tertentu. Efek negatif virus komputer adalah memperbanyak dirinya sendiri yang
membuat sumber daya pada komputer (seperti penggunaan memori) menjadi berkurang
secara signifikan. Hampir 95% virus komputer berbasis sistem operasi Windows.
Sisanya menyerang Linux/GNU, Mac, FreeBSD, OS/2 IBM, dan Sun Operating System.
Virus yang ganas akan merusak perangkat keras. (Wikipedia)
Saya mempunyai
sebuah pengalaman yang terjadi pada saat saya baru memiliki sebuah PC sendiri, yaitu
saat saya masih kelas 2 SMA. Saat itu saya belum tahu apa-apa mengenai virus
komputer dan tidak memilki kewaspadaan sama sekali terhadap ancaman yang akan
ditimbulkannya. Saat itu saya sering menggunakan internet dengan jaringan
Telkomnet Instan. PC saya tidak saya lengkapi denga antivirus ketika itu dan
saya belum memikirkannya. Walaupun PC ini milik saya, namun kakak saya juga
terkadang memakainya untuk bermain game atau berinternet. Suatu ketika, saat
saya akan menyalakan PC saya setelah dipakai oleh kakak saya berinternet, PC
saya mulai menunjukkan perilaku yang aneh. Ketika proses booting, PC saya tidak
pernah bisa masuk ke desktop Windows. Yang terjadi adalah PC saya selalu
restart setiap akan masuk ke desktop. Saya sangat bingung saat itu. Ketika saya
menanyakan kepada teman-teman saya, mereka bilang itu merupakan serangan virus.
Akhirnya saya terpaksa menginstall ulang OS saya. Yang sangat saya sayangkan
adalah saya kehilangan banyak data penting saya karena saya meletakkannya di
drive yang sama dengan drive dimana OS diinstall. Kejadian ini menjadi
pelajaran yang paling berharga bagi saya mengenai masalah keamanan komputer.
Berkat kejadian ini, saya menjadi lebih waspada mengenai ancaman virus dan
sebisa mungkin meminimalkan kemungkinan virus memasuki komputer saya.
Dalam hubungannya
dengan prevention, analysis, & response, saat itu saya benar-benar tidak
melakukan tindakan prevention sama sekali karena kurangnya pengetahuan mengenai
virus komputer. Kini, saya menerapkan tindakan prevention dengan lebih ketat,
yaitu meng-update antivirus saya setiap hari, selalu men-scan flashdisk yang
akan dihubungkan, dan menghidupkan firewall. Untuk berjaga-jaga terhadap
kondisi terburuk, yaitu install ulang OS, saya meletakkan data-data saya di
drive yang berbeda dengan drive dimana OS diinstall dan juga mem-back up
data-data penting saya di tempat lain, misalnya CD.
Referensi :
http://id.wikipedia.org/wiki/Virus_komputer
Menurut saya mem-back up data-data sebaiknya juga dilakukan secara online, sebab jika seperti yang anda lakukan yaitu dengan membuat salinan di kompter anda serta dalam bentuk CD, dimungkinkan data anda sulit untuk menghindar dari ancaman bencana alam ataupun kebakaran misalnya.
BalasHapusade hidayat
0706267471