Minggu, 08 Januari 2012

ASSIGNMENT BLOG: Managing your Own Security Risk and Mitigation

Tugas Keamanan Jaringan Komputer
Seno Priambodo
0706268026

Pada era yang serba digital sekarang ini, berbagai aktivitas manusia memang sangat dimudahkan oleh berbagai perangkat. Salah satu yang terpenting adalah komputer, baik itu berupa PC ataupun laptop. Berbagai kemudahan dalam bertukar data pun semakin dimudahkan berkat adanya internet dan flashdisk. Namun di balik itu semua, terdapat sebuah ancaman yang dapat sangat merugikan kita apabila tidak diwaspadai sejak awal, yaitu adalah serangan virus.
Virus komputer merupakan program komputer yang dapat menggandakan atau menyalin dirinya sendiri dan menyebar dengan cara menyisipkan salinan dirinya ke dalam program atau dokumen lain. Virus komputer dapat dianalogikan dengan virus biologis yang menyebar dengan cara menyisipkan dirinya sendiri ke sel makhluk hidup. Virus komputer dapat merusak ( misalnya dengan merusak data pada dokumen), membuat pengguna komputer merasa terganggu, maupun tidak menimbulkan efek sama sekali. Virus komputer umumnya dapat merusak perangkat lunak komputer dan tidak dapat secara langsung merusak perangkat keras komputer tetapi dapat mengakibatkan kerusakan dengan cara memuat program yang memaksa over process ke perangkat tertentu. Efek negatif virus komputer adalah memperbanyak dirinya sendiri yang membuat sumber daya pada komputer (seperti penggunaan memori) menjadi berkurang secara signifikan. Hampir 95% virus komputer berbasis sistem operasi Windows. Sisanya menyerang Linux/GNU, Mac, FreeBSD, OS/2 IBM, dan Sun Operating System. Virus yang ganas akan merusak perangkat keras. (Wikipedia)
Saya mempunyai sebuah pengalaman yang terjadi pada saat saya baru memiliki sebuah PC sendiri, yaitu saat saya masih kelas 2 SMA. Saat itu saya belum tahu apa-apa mengenai virus komputer dan tidak memilki kewaspadaan sama sekali terhadap ancaman yang akan ditimbulkannya. Saat itu saya sering menggunakan internet dengan jaringan Telkomnet Instan. PC saya tidak saya lengkapi denga antivirus ketika itu dan saya belum memikirkannya. Walaupun PC ini milik saya, namun kakak saya juga terkadang memakainya untuk bermain game atau berinternet. Suatu ketika, saat saya akan menyalakan PC saya setelah dipakai oleh kakak saya berinternet, PC saya mulai menunjukkan perilaku yang aneh. Ketika proses booting, PC saya tidak pernah bisa masuk ke desktop Windows. Yang terjadi adalah PC saya selalu restart setiap akan masuk ke desktop. Saya sangat bingung saat itu. Ketika saya menanyakan kepada teman-teman saya, mereka bilang itu merupakan serangan virus. Akhirnya saya terpaksa menginstall ulang OS saya. Yang sangat saya sayangkan adalah saya kehilangan banyak data penting saya karena saya meletakkannya di drive yang sama dengan drive dimana OS diinstall. Kejadian ini menjadi pelajaran yang paling berharga bagi saya mengenai masalah keamanan komputer. Berkat kejadian ini, saya menjadi lebih waspada mengenai ancaman virus dan sebisa mungkin meminimalkan kemungkinan virus memasuki komputer saya.
Dalam hubungannya dengan prevention, analysis, & response, saat itu saya benar-benar tidak melakukan tindakan prevention sama sekali karena kurangnya pengetahuan mengenai virus komputer. Kini, saya menerapkan tindakan prevention dengan lebih ketat, yaitu meng-update antivirus saya setiap hari, selalu men-scan flashdisk yang akan dihubungkan, dan menghidupkan firewall. Untuk berjaga-jaga terhadap kondisi terburuk, yaitu install ulang OS, saya meletakkan data-data saya di drive yang berbeda dengan drive dimana OS diinstall dan juga mem-back up data-data penting saya di tempat lain, misalnya CD.

Referensi :
http://id.wikipedia.org/wiki/Virus_komputer

1 komentar:

  1. Menurut saya mem-back up data-data sebaiknya juga dilakukan secara online, sebab jika seperti yang anda lakukan yaitu dengan membuat salinan di kompter anda serta dalam bentuk CD, dimungkinkan data anda sulit untuk menghindar dari ancaman bencana alam ataupun kebakaran misalnya.

    ade hidayat
    0706267471

    BalasHapus